Minggu / Sunday, 4 December 2011 (6.30 pm – 1 am)
“SUPERBAD!” at The Jaya Pub
Jl.MH.Thamrin Kav.1-2
Jakarta, Indonesia
google maps
- First Drink Charge # 1 : 30,000 IDR (include: The Jaya Pub pin + program book + 1 glass beer / soft drink)
- Only at The Jaya Pub
- Capacity 200 persons
INDIE ROCK AFTERNOON WITH DEERHOOF
Sunday, 4 December 2011 (4 – 7 pm)
At @america , Pasific Place level 3
Sebagai pusat kebudayaan berteknologi tinggi, @america selalu menghadirkan program-program yang sarat informasi terkait dengan bidang pendidikan, teknologi, entrepreneurship dan lingkungan. Mengawali bulan Desember 2011 ini, @america bekerjasama dengan ruangrupa mempersembahkan “Indie Rock Afternoon with Deerhoof.
Deerhoof, sebuah band yang berani, progresif, dan mengusung rock alternatif dari San Francisco, Amerika, terdiri dari empat personil: Rob Fisk (gitar), Greg Saunier (drum), Satomi Matsuzaki (bass), dan John Dietrich (gitar). Deerhoof menghentak lonceng di dalam kepala kita, mendorong pikiran kepada perpaduan esensial dari noise dan melodi. Suara art-pop spastik Deerhoof mengumumkan dirinya sendiri melalui gelombang perubahan tempo yang gelisah, sementara vokal unik bassis Satomi Matsuzaki menghidupkan peleburan distorsi tersebut dengan kepolosan yang gelap. Deerhoof menggabungkan musik rock progresif, harmoni pop, dan kejenakaan.
“Deerhoof juga akan tampil dalam RRREC FEST #2, pada 5 Desember 2011, di halaman Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki! RRRRROOOCCCKKK!!!”
“If Ornette Coleman and Karen Carpenter had a child, that child would be Deerhoof. Deerhoof are, without a doubt, the greatest band I have ever seen live.” -Kliph Scurlock, The Flaming Lips-
“Deerhoof are the best live band I have seen in the last 10 years… or, possibly, EVER… more importantly they remind me, like no other band (except for, maybe, Minutemen), that we all have the power to create and inspire using whatever instrument we can get our hands on.” -Lou Barlow, Sebadoh/Dinosaur Jr.-
MySpace: myspace.com/deerhoof
Website: deerhoofvsevil.com
Article, Pitchfork: pitchfork.com/reviews/albums/15039-deerhoof-vs-evil/
Rrrec fest: rrrec.ruangrupa.org
@america merupakan pusat kebudayaan Amerika yang memungkinkan pengunjung untuk mengeksplorasi, merasakan pengalaman dan mengekspresikan keingintahuannya tentang negara Amerika Serikat dengan cara yang berbeda. @america berlokasi di Pacific Place Mall lantai 3 # 325.
***
Untuk info lebih lanjut silakan kunjungi:
atamerica.or.id
rrrec.ruangrupa.org
facebook.com/rrrecfest
dan follow kami di twitter.com/rrrec_fest.
Kunjungi pula okvideo.org dan gabung di grup Facebook ruangrupa serta follow ruangrupa di twitter.com/ruangrupa.
Tan Ek Tjoan: Saksi sebuah Kota

Pada hari Minggu, 5 Desember 2011 besok, RRREC FEST #2 akan menyulap toko roti tua di Jakarta menjadi sebuah galeri bagi para seniman muda ibu kota. Di samping sebuah perhelatan musik, ruangrupa Records Music festival juga merayakan penciptaan kreasi visual yang lepas dan bebas sebagai bagian dari praktik mandiri, khususnya dalam konteks anak muda.
Toko roti Tan Ek Tjoan adalah satu dari sekian banyak gedung bersejarah di Jakarta. Sebagian dapat diselamatkan, sebagian (besar) yang lain diratakan dengan tanah. Atau, yang paling menyedihkan, ditiban oleh kontruksi bangunan baru bergaya minimalis. Tan Ek Tjoan adalah sejarah. Ia menjadi simbol dari keberlangsungan sebuah tradisi, sebuah warisan, dari sebagian kecil masyarakat Indonesia.
Di tengah maraknya gempuran berbagai merk toko roti baru yang menawarkan konsep yang “banal” lewat interior kaca dan berbagai upaya inovatif lainnya, merk-merk lokal dengan demikian menjadi “situs bersejarah” yang tidak hanya penting dalam konteks arkeologi (cagar budaya), tetapi juga dalam aspek sosial, ekonomi tentu saja, bahkan politik. Sebab tidak banyak pengusaha lokal Indonesia yang telah merintis bisnisnya puluhan tahun, bahkan nyaris sama tuanya dengan Republik Indonesia dan menjadi saksi bagi berbagai perubahan yang terjadi dalam lingkup nasional, bisa bertahan sampai sekarang. Merk-merk ini harus bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar yang memiliki modal lebih besar, sehingga terpaksa gulung tikar.
Berangkat dari konteks itu, program pameran mural pada dinding toko roti Tan Ek Tjoan oleh beberapa seniman gambar ibu kota, seperti Andi RHARHARHA, Isrol Triono, Popo, Goodit, Syaiful Ardianto, komunitas Galaw (Gambar Selaw bersama Ricky Malaw), Bujangan Urban aka Jablay, dan beberapa seniman lain, menjadi sebentuk performans bagaimana generasi muda, khususnya seniman-seniman galau Ibu Kota, merespons ruang, situs, baik dalam konteks historis sebuah bangunan, maupun dalam konteks penyelenggaraan sebuah festival musik.
Sementara menikmati penampilan musik dari band-band inspiratif, juga mural, drawing, dan graffiti pada tembok di lantai dua, sepetak lahan di atap toko roti Tan Ek Tjoan juga akan digunakan sebagai arena bazaar produk karya seniman muda berbahaya ibu kota, yang tergabung dalam komunitas Jakarta 32’ C. Akan ada banyak visual dan benda-benda mengejutkan yang dapat dijumpai, juga dibeli, dalam pasar kaki lima ini.
Selamat beRRRRRRRRRRRRRRRRRRpesta, tuan dan puan…
Ibnu Rizal
Editor buku program RRREC FEST #2
download:

