PROGRAM
VIDEO TALKS
with TOMA & KAKO
Toma & Kako menggabungkan kesegaran dalam menginterpretasi lagu-lagu ke dalam medium audio visual dengan penuh kreativitas liar dan penuh dengan referensi-referensi visual masa lampau. Diskusi ini mengulik proses kerja Toma & Kako dengan santai.
Toma & Kako adds hints of freshness in interpreting songs through audio visual works with that is filled with versatile creativity and vintage visual references. This laid back Talks session discusses their working process.
Moderator: Alexander Matius
Jumat/Friday, 20 September 2019
16.00-16.45
RURUradio Lounge
===
LOCAL INITIATIVE CIRCUIT
Kesenian tidak pernah berhenti bergerak, geliatnya terus hidup dalam berbagai macam ruang; dari tempat-tempat bernada kemapanan hingga ruang-ruang alternatif yang memfasilitasi berbagai macam kegiatan di level yang lebih kecil.
Ruang-ruang alternatif muncul tanpa bisa dibendung. Bagaimana jika kemudian itu disambungkan satu sama lain? Apa yang bisa kita lakukan secara kolektif di kemudian hari?
Sirkuit Inisiatif Lokal merupakan sebuah inisiatif yang coba digagas oleh RRREC Fest in the Valley mulai tahun 2019 ini. Fenomena munculnya kolektif-kolektif baru yang memberi ruang alternatif untuk pergerakan kesenian yang tidak melulu berbasis musik – bisa beririsan dengan seni rupa, film, transfer pengetahuan, lokakarya keliling, dll – perlu direkam. Oleh karenanya, secara khusus, kami mengundang sejumlah kolektif yang memiliki ruang alternatif untuk berjejaring dan terhubung satu sama lain.
Yang coba direkam adalah fenomenanya, sekaligus berbagai macam tantangan yang mengelilingi mereka sehari-hari. Dengan pemaparan yang egaliter, diharapkan masing-masing kolektif mampu menemukan inspirasi yang menyegarkan dari cerita yang dipertukarkan sepanjang beberapa sesi yang terjadi di RRREC Fest in the Valley.
Selain itu, untuk memperpanjang cerita dan membagi guna dari obrolan-obrolan yang terjadi sepanjang festival, seluruh informasi yang didapatkan akan diabadikan dalam bentuk materi publikasi yang bisa diakses oleh publik luas selepas festival berlangsung.
Karena informasi, bagaimanapun juga, perlu disebar seluas-luasnya.
Art never stops moving, it continues to live in various spaces; from the more conventional establishments to alternative spaces that facilitate a variety of activities at a smaller level.
Alternative spaces are popping up uncontrollably. What if then they are then connected to each other? What can we do collectively later on?
The Local Initiative Circuit is an initiative that RRREC Fest in the Valley is trying to initiate starting in 2019. The emergence of many new collectives that provide alternative spaces for artistic endeavours that are not merely based on music – can be interspersed with fine arts, films, knowledge transfer, mobile workshops, etc – needs to be recorded. Therefore, we have specifically invited a few collectives that run alternative spaces to initiate a network and connect them with each other.
Because information, no matter how, needs to be widely disseminated
Session 1
Sabtu/Saturday, 21 September 2019
09.00 – 10.30
RURUradio Lounge
Session 2
Minggu/Sunday, 22 September 2019
10.00 – 11.00
Green House Cinema
Session 3
Speakers:
- Gudskul
- Kios Ojokeos
- Bengkel Tiga dan Empat
- Mesin Suara
- Sandwich Attack
- Jatiwangi Art Factory
- Kedubes Bekasi
- Gardu House
===
ADVENTURE CLINIC
Ini adalah sesi berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman merencanakan dan mengelola perjalanan wisata petualangan.
This is a session of exchange of knowledge, skill, and experience in planning and organising adventure travels.
Moderator: Gilang Gombloh
Pembicara/Speaker: Rakata Adventure
Sabtu/Saturday, 22 September 2019
10.00-11.00
Tanakita Level 1
===
SOUTH EAST ASIA MUSIC NETWORK
bersama Rururadio dan Neighbours Collective
Berbincang tentang dinamika kawasan adalah salah satu tradisi yang terus dipegang oleh RRREC Fest in the Valley. Di dalam setiap penyelenggaraan, perbincangan tentang spektrum yang lebih luas dari Indonesia, dihadirkan. Tahun ini, RRREC Fest in the Valley mengundang Neighbours Collective dari Bangkok, Thailand dan RURURadio dari Jakarta. Keduanya punya aktivitas yang senada; menjadi fasilitator untuk berbagai macam pertunjukan untuk orang banyak. Obrolan ini akan membahas seluk-beluk pengorganisasian pertunjukan, tantangan yang terus mengintai dan bagaimana membuka jaringan dengan orang-orang baru yang belum dikenal tapi punya minat yang sama. Ia bisa jadi menarik, karena menghadirkan pengalaman yang berbeda dengan apa yang dialami oleh pelaku-pelaku di Indonesia.
Talking about the dynamics of the region is one of the traditions held by the RRREC Fest in the Valley. In each event, a discussions on a broader spectrum beyond Indonesia is presented. This year, RRREC Fest in the Valley has invited Neighbours Collective from Bangkok, Thailand and RURURadio from Jakarta, Taiwan. Both have a similar activity; being a facilitator for various kinds of shows for many people. This chat will discuss the ins and outs of organizing shows, the challenges that continue to lurk and how to open networks with new people who are not yet known but have similar interests.
Moderator: Felix Dass
Pembicara/Speakers: RURURadio dan Jibuki (Neighbours Collective)
Sabtu/Saturday, 21 September 2019
11.00-12.00
RURUradio Lounge
===
#LOCALwisdom
with LAIR dan Ata Ratu
Musik terus bergerak. Ia dimainkan dengan berbagai macam pendekatan yang sesuai dengan selera dan kesempatan; tradisi, eksperimental, pop, industri dan lain sebagainya. Upaya untuk memahami bagaimana ia menjadi pilihan dan diisi dengan daya kreasi yang mumpuni, selalu jadi topik yang menarik untuk dibahas. Perbincangan dengan LAIR dan Ata Ratu, akan mengorek sisi kreasi yang mendasari musik yang mereka mainkan. Hubungan demografis dengan pilihan yang diambil menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Jargon tak kenal maka tak sayang, akan ditelusuri untuk mendapatkan perabaan artistik yang menjelaskan relasi antara manusia dan pilihan keseniannya. Begitu juga guna-guna aktivitasnya di kapling yang dihidupi dalam keseharian. LAIR berasal dari Jatiwangi, sementara Ata Ratu datang dari Tanah Sumba. Lintasan dua arah ini bertemu dan sayang untuk dilewatkan ketika mereka duduk bersama dalam sebuah perbincangan.
A Talks session with Ata Ratu from Tanah Sumba and Lair from Jatiwangi. Both are working in music far from the capital city, and are going to share stories of how they have managed to stay true to their own unique styles in their hometowns.
Moderator: Felix Dass
Pembicara/Speakers: LAIR dan Ata Ratu
Minggu/Sunday, 22 September 2019
10.00-11.00
Tanakita Level 1
===
YOUNGGRESS
with Kabar Burung, Jessla, Shadowplay & Amboro
Arus pendatang baru terus mengalir seiring makin demokratisnya akses memperkenalkan musik pada publik. Alirannya keras, jika lengah, besar potensi terlewat. Pemain yang makin banyak, juga dengan sendirinya membuat perjuangan untuk bisa didengar makin berat untuk dijalani. Toh, niat untuk berkarya tidak pernah pudar. Beberapa pengisi RRREC Fest in the Valley 2019, ada di tahap awal karir mereka; menulis, memperkenalkan dalam bentuk live dan sedang mempersiapkan rekaman untuk kemudian merilisnya. Program ini akan mengajak orang untuk masuk ke dimensi yang lebih dalam dari sekedar mendengar karya atau menyaksikannya secara langsung dalam sebuah pertunjukan. Ada kegelisahan, optimisme dan harapan yang coba direkam lewat darah-darah muda ini.
This is an introduction to some of the newcomers in the Indonesian independent music arena who are performing at RRREC Fest in The Valley 2019.
Moderator: Gilang Gombloh & Eric Wirjanata
Minggu/Sunday, 22 September 2019
11.00-12.00
RURUradio Lounge
ECO PRINT MAKING
with Grafis Huru Hara
Grafis Huru Hara (GHH) menggunakan teknik seni grafis dalam menghasilkan karya. GHH akan mengundang audiens untuk belajar bagaimana menggunakan warna dari alam dan mencampurkannya untuk menyesuaikan warna dengan teknik pencetakan pada kain, dan memberikannya sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang.
Grafis Huru Hara(GHH) uses printmaking technique in producing works. GHH will invite audience to learn how to use the color taken from nature and mixed them in order to adjust it with the printing technique on fabric, and give them as souvenirs to bring back home.
Jumat/Friday, 20 September 2019
15.00-17.30
Mesin Suara, Sukabumi
Sabtu/Saturday, 21 September 2019
14.00-16.00
Lembah / The Valley
Minggu/Sunday, 22 September 2019
13.30-16.00
Lembah / The Valley
===
“MERESPON MEMORI”
with AJAR (Asia Justice and Rights) & Grafis Huru Hara (GHH)
Sejak tahun 2013, Asia Justice and Rights (AJAR) melakukan berbagai penelitian aksi partisipatoris (PAR) di Indonesia, Timor Leste, dan Myanmar untuk memberdayakan para penyintas konflik. AJAR merancang dan mengajak para anak muda untuk berdiskusi dan membicarakan pengalaman dan ingatan mereka ketika berhadapan dengan isu-isu kemanusiaan di Indonesia. AJAR akan berkolaborasi dengan Grafis Huru Hara, membuat dua lokakarya. Lokakarya pertama dilakukan bersama anak muda komunitas mesinsuara di Sukabumi. Hasil diskusi merespons memori akan diolah menjadi sebuah karya ilustrasi ngariung. Kemudian lokakarya kedua, mengajak seluruh peserta RRRECFEST in The Valley untuk berpartisipasi membuat karya grafis dengan teknik ecoprint, menggunakan bahan alami yang ditemukan di area Tanakita.
Since 2013, Asia Justice and Rights (AJAR) has conducted various participatory action research (PAR) in Indonesia, Timor-Leste and Myanmar to help conflict survivors. AJAR designs and invites young people to discuss and talk about their experiences and memories when dealing with humanitarian issues in Indonesia. AJAR will collaborate with Grafis Huru Hara to organize two workshops. The first workshop was conducted with young people from the Mesin Suara in Sukabumi. The results of the discussion responding to memory will be processed into an illustration work.
Then the second workshop, invited all RRREC Fest participants to participate in making graphic works using eco print techniques, using natural materials found in the Tanakita area.
Sabtu/Saturday, 21 September 2019
10.00-11.00
Lembah / The Valley
===
WASTE MANAGEMENT
with Get Plastic!
Get Plastic! merupakan gerakan pengelolaan limbah inisiatif masyarakat. Diprakarsai pada tahun 2014, Get Plastic! telah menciptakan sebuah alat untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar, dan mengatur banyak kegiatan untuk berbagi pengetahuan ini. Aktivitas mereka berupa konseling, pelatihan, atau kampanye. Mereka bertujuan untuk mentransfer informasi, pengetahuan, dan kesadaran tentang penggunaan plastik dan pengolahan limbah plastik secara lebih bijak.
Di masa depan, perangkat mereka akan terus dikembangkan sehingga menjadi lebih efisien dan efektif supaya dapat lebih menanggapi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Mereka akan melakukan lokakarya untuk audiens dan desa-desa sekitar tentang bahaya limbah plastik, juga memberikan pemahaman bahwa sampah plastik dapat dilihat sebagai sumber daya baru.
Sebenarnya ada plastik itu lebih daripada sekadar plastik belaka.
Get Plastic! is a community based waste management movement. Initiated in 2014, Get Plastic! has created a device to turn plastic waste into fuel, and organized many activities to share this knowledge. Their activities can be in the form of counseling, training, or campaigns. They aim to transfer information, knowledge, and awareness about the use of plastics and plastic waste processing more wisely.
In the future, their device will continue to be developed so that it becomes more efficient and effective and can respond to people’s daily needs.
They will conduct workshops for the audience and the surrounding villages on the dangers of plastic waste and provide understanding that plastic waste can be seen as a new resource.
There is actually more to plastic than just being plastic.
Sabtu/Saturday, 21 September 2019
14.00-16.00
Lembah / The Valley
===
UP-CYCLE WORKSHOP
with stuffo.labs
Lokakarya membuat produk yang berguna untuk keseharian dari material bekas pakai.
A workshop in creating useful everyday product from used materials.
Minggu/Sunday, 22 September 2019
13.30-16.00
Lembah / The Valley
===
RURUradio ELECTRONOXX
with Indomodular
Konsep lokakarya ini adalah berbagi pengetahuan teknis dalam menciptakan, menyusun, dan menampilkan musik elektronik dengan bentang alam di Tanakita Camping Ground. Workshop ini juga akan menghadirkan setiap anggota Indomodular untuk tampil bersama dalam satu sesi kolaborasi.
The concept of this workshop is sharing the technical knowhow in creating, composing, and performing electronic music with natural landscape in Tanakita Camping Ground. This workshop will also present each member of Indomodular to perform together in a collaboration set.
Minggu/Sunday, 22 September 2019
14.15 – 15.45
Petromaks Stage
===
Membuat Sketsa bersama Gambar Selaw
Sketching workshop program with Gambar Selaw, an artist group who loves to use sketches in their works.
Sabtu/Saturday, 21 September 2019
14.00 – 16.00
Lembah / The Valley
Jelajah Hutan dan Mengenal Serangga / Getting To Know The Forest and Bugs
RURUkids x SEKALA
Dalam kegiatan jelajah hutan, peserta akan diperkenalkan dengan berbagai jenis serangga yang sering dijumpai di Situ Gunung; seperti: semut, belalang, capung dan kupu-kupu. Peserta akan dibekali jaring serangga untuk mengamati serangga lebih dekat, dibantu oleh para orangtua dan para ahli. Mereka juga diajak untuk belajar menggunakan insect viewer dan kaca pembesar. Kegiatan ini diharapkan untuk mengembangkan rasa ingin tahu anak mengenai kehidupan hutan, sekaligus menghilangkan rasa takut terhadap serangga.
In this forest exploration, participants will be introduced to various types of insects that are often found in Situ Gunung; such as: ants, grasshoppers, dragonflies and butterflies. Participants will be provided with insect nets to observe insects more closely, assisted by experts. They will find and capture insects, assisted by their parents and the experts. They are also invited to learn how to use insect viewers and magnifying glasses. This activity is expected to develop children’s curiosity about forest life, as well as eliminating the fear of insects.
Sabtu/Saturday, 21 September 2019
10.00-12.00
Tanakita Level 1
===
Rurukids x Gambar Selaw
Bersama komunitas Gambar Selaw, anak-anak akan diajak untuk merekam suasana menarik di Situ Gunung melalui kegiatan melukis atau membuat sketsa.
Together with the Gambar Selaw team, kids are invited to express their experience in Situ Gunung through paintings or sketches.
Minggu, 22 September 2019
10.00-12.00
Tanakita Level 1
===
Rurukids Storytelling & Face/Hand Painting
Anak dan orangtua diajak duduk bersantai untuk mendengarkan cerita dengan gaya khas Bung Safar dengan ukulele-nya. Aktifitas ini dibarengi dengan kegiatan menggambarkan tema hewan dan dedaunan pada wajah atau tangan anak.
The kids and their parents are invited for a storytelling session with Bung Safar and his ukulele. This activity is accompanied by hand/face painting session.
*Jadwal: Untuk dikonfirmasi di hari pertama festival
*Schedule: To be confirmed on the first festival day
TOMA & KAKO
Toma & Kako terbentuk tahun 2017. Minat mereka adalah mengkombinasikan teknologi video dengan branding dan desain grafis. Toma & Kako telah berkolaborasi dengan musisi/kelompok musik dan berbagai institusi kreatif. Mereka pada dasarnya merancang branding (Strategic Brand Identity), karya video (music videos, company profiles), dan desain berbasis cetak.
Toma & Kako is formed in 2017. Their interest is combining video technology with branding and graphic design. Toma & Kako has collaborated with musicians/bands and various creative institutions. They basically develop branding (Strategic Brand Identity), video works (music videos, company profiles), and print based designs.
Jumat/Friday, 20 September 2019
17.00 – 17.45
Green House Cinema
Sabtu/Saturday, 21 September 2019
18.15 – 19.00
Green House Cinema
===
FLUXCUP
Fluxcup dikenal dengan sikap nyelenehnya dalam memporak-porandakan sebuah karya yang sudah jadi sehingga membentuk sebuah parodi komedi baru. Di samping itu, Fluxcup juga membuat beberapa video musik dengan bentuk yang tak lazim untuk beberapa musisi lewat konsep yang berdekatan: absurd dan liar.
Jumat, 20 September 2019
18.00 – 19.00
Green House Cinema
RRREC KITCHEN
with Rezim Bubariah
Proyek ini mencoba untuk memeriksa kembali penggunaan dapur dan pengalaman menyajikan makanan untuk beberapa kolektif dan ruang seni di Indonesia. Kali ini, mereka menduduki area dapur RRREC Fest in the Valley.
Bubariah hadir sebagai proyek percobaan mereka, yang merupakan penelitian tentang bagaimana cara mengelola dapur sebagai strategi keberlanjutan dalam kolektif mereka – Kelas Bantam. Bubariah mencoba untuk mengelola semua kebutuhan makanan dalam ekosistem sehari-hari, untuk konsumsi kru acara atau untuk pembukaan pameran. Dapur Bubariah adalah dapur yang bebas untuk dinikmati semua orang. Ini adalah ruang tamu yang terbuat dari dapur.
The project tries to re-examine the use of a kitchen and the experience of presenting food for several collectives and art spaces in Indonesia. This time, they occupy the kitchen at RRREC Fest in the Valley.
Bubariah comes as their pilot project, which is a research on how to manage a kitchen as a strategy of sustainability in their collective – Kelas Bantam. Bubariah tries to manage all of the food needs in a daily ecosystem, for event crew consumption or for exhibition openings. Bubariah kitchen is a free kitchen for anyone to experience. It is a living room made of a kitchen.
Tanggal: Sabtu, 21 September 2019
16.00 – 18.00
RURUradio Lounge
OPEN MIC
with OjoKeos
Ajang tunjuk bakat terpendam dari peserta RRREC Fest in the Valley! Peserta bisa mendaftar untuk menampilkan bakatnya dalam bidang kesenian di hari terakhir festival.
A RRREC Fest in the Valley version of a talent show! Participants can register to perform their hidden artistic talents on the last day of the festival.
Minggu/Sunday, 22 September 2019
16.35 – 17.35
Petromaks Stage
VIDEO TALKS
with TOMA & KAKO
Toma & Kako menggabungkan kesegaran dalam menginterpretasi lagu-lagu ke dalam medium audio visual dengan penuh kreativitas liar dan penuh dengan referensi-referensi visual masa lampau. Diskusi ini mengulik proses kerja Toma & Kako dengan santai.
Toma & Kako adds hints of freshness in interpreting songs through audio visual works with that is filled with versatile creativity and vintage visual references. This laid back Talks session discusses their working process.
Moderator: Alexander Matius
Jumat/Friday, 20 September 2019
16.00-16.45
RURUradio Lounge
===
LOCAL INITIATIVE CIRCUIT
Kesenian tidak pernah berhenti bergerak, geliatnya terus hidup dalam berbagai macam ruang; dari tempat-tempat bernada kemapanan hingga ruang-ruang alternatif yang memfasilitasi berbagai macam kegiatan di level yang lebih kecil.
Ruang-ruang alternatif muncul tanpa bisa dibendung. Bagaimana jika kemudian itu disambungkan satu sama lain? Apa yang bisa kita lakukan secara kolektif di kemudian hari?
Sirkuit Inisiatif Lokal merupakan sebuah inisiatif yang coba digagas oleh RRREC Fest in the Valley mulai tahun 2019 ini. Fenomena munculnya kolektif-kolektif baru yang memberi ruang alternatif untuk pergerakan kesenian yang tidak melulu berbasis musik – bisa beririsan dengan seni rupa, film, transfer pengetahuan, lokakarya keliling, dll – perlu direkam. Oleh karenanya, secara khusus, kami mengundang sejumlah kolektif yang memiliki ruang alternatif untuk berjejaring dan terhubung satu sama lain.
Yang coba direkam adalah fenomenanya, sekaligus berbagai macam tantangan yang mengelilingi mereka sehari-hari. Dengan pemaparan yang egaliter, diharapkan masing-masing kolektif mampu menemukan inspirasi yang menyegarkan dari cerita yang dipertukarkan sepanjang beberapa sesi yang terjadi di RRREC Fest in the Valley.
Selain itu, untuk memperpanjang cerita dan membagi guna dari obrolan-obrolan yang terjadi sepanjang festival, seluruh informasi yang didapatkan akan diabadikan dalam bentuk materi publikasi yang bisa diakses oleh publik luas selepas festival berlangsung.
Karena informasi, bagaimanapun juga, perlu disebar seluas-luasnya.
Art never stops moving, it continues to live in various spaces; from the more conventional establishments to alternative spaces that facilitate a variety of activities at a smaller level.
Alternative spaces are popping up uncontrollably. What if then they are then connected to each other? What can we do collectively later on?
The Local Initiative Circuit is an initiative that RRREC Fest in the Valley is trying to initiate starting in 2019. The emergence of many new collectives that provide alternative spaces for artistic endeavours that are not merely based on music – can be interspersed with fine arts, films, knowledge transfer, mobile workshops, etc – needs to be recorded. Therefore, we have specifically invited a few collectives that run alternative spaces to initiate a network and connect them with each other.
Because information, no matter how, needs to be widely disseminated
Session 1
Sabtu/Saturday, 21 September 2019
09.00 – 10.30
RURUradio Lounge
Session 2
Minggu/Sunday, 22 September 2019
10.00 – 11.00
Green House Cinema
Session 3
Speakers:
- Gudskul
- Kios Ojokeos
- Bengkel Tiga dan Empat
- Mesin Suara
- Sandwich Attack
- Jatiwangi Art Factory
- Kedubes Bekasi
- Gardu House
===
ADVENTURE CLINIC
Ini adalah sesi berbagi ilmu, pengetahuan, dan pengalaman merencanakan dan mengelola perjalanan wisata petualangan.
This is a session of exchange of knowledge, skill, and experience in planning and organising adventure travels.
Moderator: Gilang Gombloh
Pembicara/Speaker: Rakata Adventure
Sabtu/Saturday, 22 September 2019
10.00-11.00
Tanakita Level 1
===
SOUTH EAST ASIA MUSIC NETWORK
bersama Rururadio dan Neighbours Collective
Berbincang tentang dinamika kawasan adalah salah satu tradisi yang terus dipegang oleh RRREC Fest in the Valley. Di dalam setiap penyelenggaraan, perbincangan tentang spektrum yang lebih luas dari Indonesia, dihadirkan. Tahun ini, RRREC Fest in the Valley mengundang Neighbours Collective dari Bangkok, Thailand dan RURURadio dari Jakarta. Keduanya punya aktivitas yang senada; menjadi fasilitator untuk berbagai macam pertunjukan untuk orang banyak. Obrolan ini akan membahas seluk-beluk pengorganisasian pertunjukan, tantangan yang terus mengintai dan bagaimana membuka jaringan dengan orang-orang baru yang belum dikenal tapi punya minat yang sama. Ia bisa jadi menarik, karena menghadirkan pengalaman yang berbeda dengan apa yang dialami oleh pelaku-pelaku di Indonesia.
Talking about the dynamics of the region is one of the traditions held by the RRREC Fest in the Valley. In each event, a discussions on a broader spectrum beyond Indonesia is presented. This year, RRREC Fest in the Valley has invited Neighbours Collective from Bangkok, Thailand and RURURadio from Jakarta, Taiwan. Both have a similar activity; being a facilitator for various kinds of shows for many people. This chat will discuss the ins and outs of organizing shows, the challenges that continue to lurk and how to open networks with new people who are not yet known but have similar interests.
Moderator: Felix Dass
Pembicara/Speakers: RURURadio dan Jibuki (Neighbours Collective)
Sabtu/Saturday, 21 September 2019
11.00-12.00
RURUradio Lounge
===
#LOCALwisdom
with LAIR dan Ata Ratu
Musik terus bergerak. Ia dimainkan dengan berbagai macam pendekatan yang sesuai dengan selera dan kesempatan; tradisi, eksperimental, pop, industri dan lain sebagainya. Upaya untuk memahami bagaimana ia menjadi pilihan dan diisi dengan daya kreasi yang mumpuni, selalu jadi topik yang menarik untuk dibahas. Perbincangan dengan LAIR dan Ata Ratu, akan mengorek sisi kreasi yang mendasari musik yang mereka mainkan. Hubungan demografis dengan pilihan yang diambil menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Jargon tak kenal maka tak sayang, akan ditelusuri untuk mendapatkan perabaan artistik yang menjelaskan relasi antara manusia dan pilihan keseniannya. Begitu juga guna-guna aktivitasnya di kapling yang dihidupi dalam keseharian. LAIR berasal dari Jatiwangi, sementara Ata Ratu datang dari Tanah Sumba. Lintasan dua arah ini bertemu dan sayang untuk dilewatkan ketika mereka duduk bersama dalam sebuah perbincangan.
A Talks session with Ata Ratu from Tanah Sumba and Lair from Jatiwangi. Both are working in music far from the capital city, and are going to share stories of how they have managed to stay true to their own unique styles in their hometowns.
Moderator: Felix Dass
Pembicara/Speakers: LAIR dan Ata Ratu
Minggu/Sunday, 22 September 2019
10.00-11.00
Tanakita Level 1
===
YOUNGGRESS
with Kabar Burung, Jessla, Shadowplay & Amboro
Arus pendatang baru terus mengalir seiring makin demokratisnya akses memperkenalkan musik pada publik. Alirannya keras, jika lengah, besar potensi terlewat. Pemain yang makin banyak, juga dengan sendirinya membuat perjuangan untuk bisa didengar makin berat untuk dijalani. Toh, niat untuk berkarya tidak pernah pudar. Beberapa pengisi RRREC Fest in the Valley 2019, ada di tahap awal karir mereka; menulis, memperkenalkan dalam bentuk live dan sedang mempersiapkan rekaman untuk kemudian merilisnya. Program ini akan mengajak orang untuk masuk ke dimensi yang lebih dalam dari sekedar mendengar karya atau menyaksikannya secara langsung dalam sebuah pertunjukan. Ada kegelisahan, optimisme dan harapan yang coba direkam lewat darah-darah muda ini.
This is an introduction to some of the newcomers in the Indonesian independent music arena who are performing at RRREC Fest in The Valley 2019.
Moderator: Gilang Gombloh & Eric Wirjanata
Minggu/Sunday, 22 September 2019
11.00-12.00
RURUradio Lounge
ECO PRINT MAKING
with Grafis Huru Hara
Grafis Huru Hara (GHH) menggunakan teknik seni grafis dalam menghasilkan karya. GHH akan mengundang audiens untuk belajar bagaimana menggunakan warna dari alam dan mencampurkannya untuk menyesuaikan warna dengan teknik pencetakan pada kain, dan memberikannya sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang.
Grafis Huru Hara(GHH) uses printmaking technique in producing works. GHH will invite audience to learn how to use the color taken from nature and mixed them in order to adjust it with the printing technique on fabric, and give them as souvenirs to bring back home.
Jumat/Friday, 20 September 2019
15.00-17.30
Mesin Suara, Sukabumi
Sabtu/Saturday, 21 September 2019
14.00-16.00
Lembah / The Valley
Minggu/Sunday, 22 September 2019
13.30-16.00
Lembah / The Valley
===
“Merespon Memori”
with AJAR (Asia Justice and Rights) & Grafis Huru Hara (GHH)
Sejak tahun 2013, Asia Justice and Rights (AJAR) melakukan berbagai penelitian aksi partisipatoris (PAR) di Indonesia, Timor Leste, dan Myanmar untuk memberdayakan para penyintas konflik. AJAR merancang dan mengajak para anak muda untuk berdiskusi dan membicarakan pengalaman dan ingatan mereka ketika berhadapan dengan isu-isu kemanusiaan di Indonesia. AJAR akan berkolaborasi dengan Grafis Huru Hara, membuat dua lokakarya. Lokakarya pertama dilakukan bersama anak muda komunitas mesinsuara di Sukabumi. Hasil diskusi merespons memori akan diolah menjadi sebuah karya ilustrasi ngariung. Kemudian lokakarya kedua, mengajak seluruh peserta RRRECFEST in The Valley untuk berpartisipasi membuat karya grafis dengan teknik ecoprint, menggunakan bahan alami yang ditemukan di area Tanakita.
Since 2013, Asia Justice and Rights (AJAR) has conducted various participatory action research (PAR) in Indonesia, Timor-Leste and Myanmar to help conflict survivors. AJAR designs and invites young people to discuss and talk about their experiences and memories when dealing with humanitarian issues in Indonesia. AJAR will collaborate with Grafis Huru Hara to organize two workshops. The first workshop was conducted with young people from the Mesin Suara in Sukabumi. The results of the discussion responding to memory will be processed into an illustration work.
Then the second workshop, invited all RRREC Fest participants to participate in making graphic works using eco print techniques, using natural materials found in the Tanakita area.
Sabtu/Saturday, 21 September 2019
10.00-11.00
Lembah / The Valley
===
Waste Management with Get Plastic!
Get Plastic! merupakan gerakan pengelolaan limbah inisiatif masyarakat. Diprakarsai pada tahun 2014, Get Plastic! telah menciptakan sebuah alat untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar, dan mengatur banyak kegiatan untuk berbagi pengetahuan ini. Aktivitas mereka berupa konseling, pelatihan, atau kampanye. Mereka bertujuan untuk mentransfer informasi, pengetahuan, dan kesadaran tentang penggunaan plastik dan pengolahan limbah plastik secara lebih bijak.
Di masa depan, perangkat mereka akan terus dikembangkan sehingga menjadi lebih efisien dan efektif supaya dapat lebih menanggapi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Mereka akan melakukan lokakarya untuk audiens dan desa-desa sekitar tentang bahaya limbah plastik, juga memberikan pemahaman bahwa sampah plastik dapat dilihat sebagai sumber daya baru.
Sebenarnya ada plastik itu lebih daripada sekadar plastik belaka.
Get Plastic! is a community based waste management movement. Initiated in 2014, Get Plastic! has created a device to turn plastic waste into fuel, and organized many activities to share this knowledge. Their activities can be in the form of counseling, training, or campaigns. They aim to transfer information, knowledge, and awareness about the use of plastics and plastic waste processing more wisely.
In the future, their device will continue to be developed so that it becomes more efficient and effective and can respond to people’s daily needs.
They will conduct workshops for the audience and the surrounding villages on the dangers of plastic waste and provide understanding that plastic waste can be seen as a new resource.
There is actually more to plastic than just being plastic.
Sabtu/Saturday, 21 September 2019
14.00-16.00
Lembah / The Valley
===
UP-CYCLE WORKSHOP
with stuffo.labs
Lokakarya membuat produk yang berguna untuk keseharian dari material bekas pakai.
A workshop in creating useful everyday product from used materials.
Minggu/Sunday, 22 September 2019
13.30-16.00
Lembah / The Valley
===
RURUradio ELECTRONOXX
with Indomodular
Konsep lokakarya ini adalah berbagi pengetahuan teknis dalam menciptakan, menyusun, dan menampilkan musik elektronik dengan bentang alam di Tanakita Camping Ground. Workshop ini juga akan menghadirkan setiap anggota Indomodular untuk tampil bersama dalam satu sesi kolaborasi.
The concept of this workshop is sharing the technical knowhow in creating, composing, and performing electronic music with natural landscape in Tanakita Camping Ground. This workshop will also present each member of Indomodular to perform together in a collaboration set.
Minggu/Sunday, 22 September 2019
14.15 – 15.45
Petromaks Stage
===
Membuat Sketsa bersama Gambar Selaw
Sketching workshop program with Gambar Selaw, an artist group who loves to use sketches in their works.
Sabtu/Saturday, 21 September 2019
14.00 – 16.00
Lembah / The Valley
Jelajah Hutan dan Mengenal Serangga / Getting To Know The Forest and Bugs
RURUkids x SEKALA
Dalam kegiatan jelajah hutan, peserta akan diperkenalkan dengan berbagai jenis serangga yang sering dijumpai di Situ Gunung; seperti: semut, belalang, capung dan kupu-kupu. Peserta akan dibekali jaring serangga untuk mengamati serangga lebih dekat, dibantu oleh para orangtua dan para ahli. Mereka juga diajak untuk belajar menggunakan insect viewer dan kaca pembesar. Kegiatan ini diharapkan untuk mengembangkan rasa ingin tahu anak mengenai kehidupan hutan, sekaligus menghilangkan rasa takut terhadap serangga.
In this forest exploration, participants will be introduced to various types of insects that are often found in Situ Gunung; such as: ants, grasshoppers, dragonflies and butterflies. Participants will be provided with insect nets to observe insects more closely, assisted by experts. They will find and capture insects, assisted by their parents and the experts. They are also invited to learn how to use insect viewers and magnifying glasses. This activity is expected to develop children’s curiosity about forest life, as well as eliminating the fear of insects.
Sabtu/Saturday, 21 September 2019
10.00-12.00
Tanakita Level 1
===
Rurukids x Gambar Selaw
Bersama komunitas Gambar Selaw, anak-anak akan diajak untuk merekam suasana menarik di Situ Gunung melalui kegiatan melukis atau membuat sketsa.
Together with the Gambar Selaw team, kids are invited to express their experience in Situ Gunung through paintings or sketches.
Minggu, 22 September 2019
10.00-12.00
Tanakita Level 1
===
Rurukids Storytelling & Face/Hand Painting
Anak dan orangtua diajak duduk bersantai untuk mendengarkan cerita dengan gaya khas Bung Safar dengan ukulele-nya. Aktifitas ini dibarengi dengan kegiatan menggambarkan tema hewan dan dedaunan pada wajah atau tangan anak.
The kids and their parents are invited for a storytelling session with Bung Safar and his ukulele. This activity is accompanied by hand/face painting session.
*Jadwal: Untuk dikonfirmasi di hari pertama festival
*Schedule: To be confirmed on the first festival day
TOMA & KAKO
Toma & Kako terbentuk tahun 2017. Minat mereka adalah mengkombinasikan teknologi video dengan branding dan desain grafis. Toma & Kako telah berkolaborasi dengan musisi/kelompok musik dan berbagai institusi kreatif. Mereka pada dasarnya merancang branding (Strategic Brand Identity), karya video (music videos, company profiles), dan desain berbasis cetak.
Toma & Kako is formed in 2017. Their interest is combining video technology with branding and graphic design. Toma & Kako has collaborated with musicians/bands and various creative institutions. They basically develop branding (Strategic Brand Identity), video works (music videos, company profiles), and print based designs.
Jumat/Friday, 20 September 2019
17.00 – 17.45
Green House Cinema
Sabtu/Saturday, 21 September 2019
18.15 – 19.00
Green House Cinema
===
FLUXCUP
Fluxcup dikenal dengan sikap nyelenehnya dalam memporak-porandakan sebuah karya yang sudah jadi sehingga membentuk sebuah parodi komedi baru. Di samping itu, Fluxcup juga membuat beberapa video musik dengan bentuk yang tak lazim untuk beberapa musisi lewat konsep yang berdekatan: absurd dan liar.
Jumat, 20 September 2019
18.00 – 19.00
Green House Cinema
RRREC KITCHEN
with Rezim Bubariah
Proyek ini mencoba untuk memeriksa kembali penggunaan dapur dan pengalaman menyajikan makanan untuk beberapa kolektif dan ruang seni di Indonesia. Kali ini, mereka menduduki area dapur RRREC Fest in the Valley.
Bubariah hadir sebagai proyek percobaan mereka, yang merupakan penelitian tentang bagaimana cara mengelola dapur sebagai strategi keberlanjutan dalam kolektif mereka – Kelas Bantam. Bubariah mencoba untuk mengelola semua kebutuhan makanan dalam ekosistem sehari-hari, untuk konsumsi kru acara atau untuk pembukaan pameran. Dapur Bubariah adalah dapur yang bebas untuk dinikmati semua orang. Ini adalah ruang tamu yang terbuat dari dapur.
The project tries to re-examine the use of a kitchen and the experience of presenting food for several collectives and art spaces in Indonesia. This time, they occupy the kitchen at RRREC Fest in the Valley.
Bubariah comes as their pilot project, which is a research on how to manage a kitchen as a strategy of sustainability in their collective – Kelas Bantam. Bubariah tries to manage all of the food needs in a daily ecosystem, for event crew consumption or for exhibition openings. Bubariah kitchen is a free kitchen for anyone to experience. It is a living room made of a kitchen.
Tanggal: Sabtu, 21 September 2019
16.00 – 18.00
RURUradio Lounge
OPEN MIC
with OjoKeos
Ajang tunjuk bakat terpendam dari peserta RRREC Fest in the Valley! Peserta bisa mendaftar untuk menampilkan bakatnya dalam bidang kesenian di hari terakhir festival.
A RRREC Fest in the Valley version of a talent show! Participants can register to perform their hidden artistic talents on the last day of the festival.
Minggu/Sunday, 22 September 2019
16.35 – 17.35
Petromaks Stage